Daftar Seserahan Lamaran Khas Jawa yang Perlu Kamu Tahu!

Dalam budaya Jawa, seserahan lamaran memiliki makna dan simbolisme yang dalam. Seserahan ini bukan sekadar hadiah, melainkan simbol harapan dan doa dari kedua belah pihak untuk kehidupan yang harmonis dan bahagia. Bagi calon pengantin yang ingin melangsungkan lamaran dengan adat Jawa, mengetahui jenis-jenis seserahan yang harus disiapkan menjadi hal yang penting. Artikel ini akan membahas daftar seserahan lamaran khas Jawa yang perlu kamu tahu, termasuk makna di balik setiap item.

1. Suruh Ayu

Suruh Ayu atau daun sirih merupakan seserahan lamaran yang sangat khas dalam budaya Jawa. Daun sirih disusun dalam bentuk yang indah dan sering kali ditambahkan dengan bunga melati untuk menambah kesan cantik dan harum. Suruh Ayu melambangkan kebersihan dan kejujuran, serta harapan agar calon pengantin dapat menjalani kehidupan rumah tangga yang harmonis dan penuh kasih sayang.

Dalam prosesi lamaran, Suruh Ayu biasanya disusun dalam sebuah wadah khusus yang dihias dengan cantik. Penggunaan Suruh Ayu tidak hanya sekadar sebagai simbol, tetapi juga memiliki nilai estetika yang menambah keindahan dalam rangkaian seserahan lamaran. Selain itu, daun sirih juga dipercaya memiliki khasiat antiseptik yang dapat membersihkan dan menyegarkan tubuh.

2. Seperangkat Alat Salat

(sumber: www.hipwee.com)

Seperangkat alat salat seperti sajadah, mukena, sarung, dan Al-Qur’an menjadi salah satu seserahan lamaran yang wajib bagi yang beragama islam. Ini bukan hanya simbol dari kesalehan, tetapi juga sebagai doa agar kedua mempelai selalu diberkahi dan dilindungi dalam menjalani kehidupan berumah tangga. Seserahan ini mengingatkan pasangan untuk selalu mengutamakan ibadah dalam kehidupan sehari-hari.

Alat salat ini biasanya dipilih dengan teliti, memastikan kualitas dan keindahannya. Sajadah dan mukena yang diberikan biasanya dihias dengan motif yang indah, mencerminkan kesungguhan dan keikhlasan dalam memberikan seserahan. Al-Qur’an yang disertakan juga menandakan bahwa pasangan diharapkan dapat menjadikan ajaran agama sebagai pedoman hidup mereka.

3. Perlengkapan Merawat Diri

Perlengkapan merawat diri seperti sabun, sampo, lulur, dan minyak wangi juga merupakan bagian dari seserahan lamaran. Dalam budaya Jawa, merawat diri dianggap penting karena mencerminkan bagaimana seseorang menghargai dirinya sendiri dan pasangannya. Ini juga mengandung makna bahwa calon pengantin akan selalu menjaga penampilan dan kesehatan mereka untuk satu sama lain.

Setiap item dalam perlengkapan merawat diri dipilih dengan cermat untuk memastikan kualitas dan manfaatnya. Sabun dan sampo yang dipilih biasanya memiliki aroma yang lembut dan menyegarkan, sementara lulur dan minyak wangi menambah keharuman dan kelembutan kulit. Semua ini menunjukkan perhatian dan kasih sayang calon pengantin kepada pasangannya. Dengan merawat diri, diharapkan pasangan dapat selalu percaya diri dalam menjalani kehidupan bersama.

4. Alas Kaki

Alas kaki seperti sandal atau sepatu sering kali menjadi bagian dari seserahan lamaran. Alas kaki ini melambangkan kesiapan calon pengantin untuk melangkah bersama dalam menjalani kehidupan rumah tangga. Selain itu, alas kaki juga menjadi simbol agar calon mempelai dapat menapaki kehidupan yang sejahtera dan penuh kebahagiaan. Sandal atau sepatu ini tidak hanya sebagai penunjang penampilan, tetapi juga sebagai simbol dari langkah yang mantap dan penuh keyakinan dalam mengarungi kehidupan bersama.

Pemberian alas kaki dalam seserahan juga berarti bahwa calon pengantin diharapkan dapat selalu bersama dalam setiap langkah, menghadapi berbagai tantangan dan rintangan dalam kehidupan berumah tangga. Dengan alas kaki yang baik, diharapkan pasangan dapat menapaki kehidupan dengan penuh percaya diri dan selalu bersama dalam suka dan duka.

5. Stagen atau Kain Pinggang Putih

Kain pinggang putih adalah salah satu seserahan lamaran yang penuh makna. Dalam adat Jawa, stagen digunakan untuk mengikat kain batik atau kebaya. Putihnya kain juga melambangkan kesucian dan niat yang tulus dalam membangun keluarga yang harmonis. Stagen biasanya terbuat dari kain yang kuat dan tahan lama, melambangkan harapan agar ikatan pernikahan yang dibangun juga akan kuat dan bertahan lama. 

Dalam penggunaannya, stagen sering kali dihias dengan motif yang indah, menambah kesan estetika dalam seserahan. Pemberian stagen dalam seserahan juga berarti bahwa kedua belah pihak diharapkan dapat saling mendukung dan menjaga satu sama lain dalam berbagai situasi. Dengan stagen, diharapkan ikatan pernikahan akan selalu terjaga dan penuh keutuhan.

6. Cincin

Cincin Nikah

Cincin merupakan simbol cinta dan komitmen yang tidak boleh ketinggalan dalam seserahan lamaran. Dalam prosesi lamaran adat Jawa, cincin menjadi lambang ikatan suci antara dua insan yang berjanji untuk saling setia. Memilih cincin yang sesuai dengan selera dan makna personal bisa menjadi cara untuk memperkuat hubungan sebelum memasuki jenjang pernikahan.

Pemberian cincin dalam seserahan juga memiliki makna bahwa hubungan yang dibangun diharapkan akan selalu berputar dalam lingkaran yang tidak terputus, melambangkan keabadian dan kesetiaan. Dengan cincin, pasangan diharapkan dapat selalu mengingat janji suci yang telah diucapkan dan menjaga hubungan mereka dari berbagai cobaan dan godaan.

7. Emas dan Perhiasan

Emas dan perhiasan merupakan simbol kemakmuran dan kesejahteraan. Dalam seserahan lamaran, emas dan perhiasan bukan hanya sebagai hadiah berharga tetapi juga sebagai investasi untuk masa depan. Memberikan emas dan perhiasan melambangkan harapan agar kehidupan rumah tangga yang akan dibina penuh dengan kebahagiaan dan kesejahteraan.

Dalam budaya Jawa, pemberian emas dan perhiasan juga menunjukkan kesungguhan dan komitmen dari pihak keluarga pengantin pria kepada pengantin wanita. Ini menjadi simbol dari janji untuk selalu memberikan yang terbaik dan menjaga kesejahteraan keluarga. Dengan emas dan perhiasan, diharapkan pasangan akan selalu hidup dalam kecukupan dan kebahagiaan. 

 

Melaksanakan prosesi lamaran dengan seserahan lamaran yang lengkap dan penuh makna merupakan salah satu cara untuk menghormati tradisi dan menunjukkan keseriusan dalam menjalin hubungan. Setiap item dalam seserahan lamaran memiliki simbolisme yang mendalam dan harapan baik untuk kehidupan rumah tangga yang akan dijalani. Dengan mengetahui daftar seserahan lamaran khas Jawa, kamu bisa lebih siap dalam mempersiapkan momen sakral ini. Semoga informasi ini bermanfaat bagi kamu yang sedang mempersiapkan lamaran dan membantu memperlancar prosesi adat Jawa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *